Atas keyakinan, kau telah me-sihirnya.

Catatan gempuran menorehkan keberbedaan antara yakin dan sihir juga antara keyakinan yang sesungguhnya sebab "egois", rindupun persebab sihir, kau, mereka... "tak ngerti atas keyakinan atau sihir. Sekali waktu diketuk dengan psikis yang sangat lembut, apakah setelah ini adalah insting...atau firasat ??,haha..ha..., mari melemahkan peristiwa keyakinan juga sihir dengan tawaran bodoh berikut ini "Tidak ada yang salah dalam memanfaatkan sihir juga keyakinan atas orang lain bila keduanya sudah saling sepakat dan sama-sama memperoleh kesenangan dari tindakan tersebut".O o'....!!???. Getir pada ....pemberontakan dan subversi yang berasal atau terbentuk dari keyakinan dan sihir...

"setelah pengalaman batin
maka menyerahkan pilihan kepada keyakinan, merupakan sesuatu yang
tak henti meruang, ketenangan yang tak pernah mampu kita jelaskan", by kaimuddin mbck

*sepi  membenam rindumu, dan kau terus 
menegaskan bahwa "ia milikmu"

Atas keyakinan, kau telah men-sihirnya, simbolik lauhl mahfus
Keyakinan atau Egoisme
Kau berlari ke hulu, melintas cakrawala, melanglang kutub, menembus batas petala langit. Sebuah puncak sepi yang mungkin hinggap di bumi lain, " tak ngerti , tapi kau ingin ia pulang".pulang pada keyakinan yang pernah menggetarkanmu pulang pada keyakinan yang perlahan-lahan mengabu di benakmu.

uh, kau yang pagi ini, masih terus membelanya,
“kau gambar dua buah bulan sejajar dan satu bulan sabit di bawahnya”,
katamu lagi, "Apakah kau mengenal sepi ini sebelumnya ?", (tak berakhir kau dengan sepimu ?)jika saja ini adalah keyakinan-mu padanya maka sepimu adalah wajahnya yang memenuhi cakrawala, seseorangpun tak mampu beritahumu akan kebaikan atau kebenaran, atas keyakinan kau tersihir sebab nilai yang sangat pribadi / skeptick perasaan.

Sihir Rindu
haha..ha..,
aku tak bertanya lagi,
aku tahu kerinduanmu itu menyerupai malam dan purnama.atau keyakinan rindumu ter-terjemah
= rindu yang memenuh disisi jalan, jembatan bahkan di tiang-tiang-
   lampu jalan, uh  demikian kuat dan cepat, kau terperanjat, setelah hujan  
   sore ini, membuatmu lesu,kecewa bahkan putus asa

Kukira disini, kota terlalu kecil, wajahnya selalu dimana-mana
bahkan tak perlu mengucap, tak perlu menulis juga tak perlu rindu, tak perlu..
hingga sedetik kau terbangun dari mimpimu kemarin, atas keyakinan  yang demikian nyata dan kau bagai terjebak dalam indah tak tertahankan.

kau telah memancang keyakinan ya...
                                 bahwa "ia begitu dekat" ?,
apakah kau merasakan ini sebelumnya ?,
                                  dan kau sangka itu "mu'jizat"*, O.oo.kau buta..!!.
___
keterangan gambar
*Lauhl mahfus dalam sebuah tafsiran : merupakan pohon tempat di setiap daunya tertulis nama setiap orang penghuni di bumi , yang menenentukan taqdirnya (baik atau buruknya, ingat atau kealpaan,), dalam tafsir lain teranggap sebagai waktu di tentukan umur seseorang berakhir dengan di tanda gugurnya daun namamu yg tertera di pohon tersebut.
 _________
Mengenalku dalam catatan yang lain, sebab aku bangsat .

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar