Musik & Tari Tradisional Adat Bugis Makassar

Musik tradisi merupakan temuan estetika yang menggunakan alat tradisional sebagai sumber bunyi. Tari tradisional merupaka gerak estetik yang pada dasarnya berkembang di suatu daerah tertentu yang berpedoman luas dan berpijak pada adaptasi kebiasaan secara turun temurun yang dipeluk/dianut oleh masyarakat yang memiliki tari tersebut atau masyarakat adat

Mengenal Pertunjukan tari dan musik di kab maros sul-sel, menginisialkan satu bentuk yang di kenal dengan nama " Pammaseri" catatan atau postingan kali ini dari salah satu sub judul sebuah buku yang baru terbit awal bulan februari 2012 dengan judul "Kearifan Budaya Lokal"(1)sekedar berbagi kepada teman-teman semua akan sesuatu yang lahir dari kearifan masa lalu itu, keberadaan pammaseri ini dalam perkembangan budaya musik tradisi awal Bugis Makassar, sebagai bentuk apresiasi memeriahkan acara pada pesta-pesta di provinsi Sulawesi selatan khususnya di kab maros. pra tahun 60-an, Pammaseri tradisi musik dan tari yang kini tergantikan oleh musik Orkes dangdut dan kemudian tergantikan lagi (sedang marak) oleh musik electone.

Pentas musik tradsional di acara tudang sipulung kassi kebo maros

Keaneka ragaman tradisi musik dan tari tradisionnal di sulsel yang sangat populer penggunaan dan istilah dalam nama tari termasuk juga  adalah "padduppa" atau tari untuk penyambutan tamu kehormatan, tapi pada acara-acara tertentu seperti; pesta pengantin, pesta pesta rakyat sebelumnya /yang sangat awal adalah lakon pammaseri ini mengisi setiap hiburan di kab maros.baiklah kita mulai catatan hasil penelitian sederhana ini.

Tari Tradsional "Pammaseri" dari Sulawesi Selatan
Mengusung cerita tentang kehidupan sehari-hari, terkadang sipenari acap kali menggoda penonton dengan lirikan mata sebagai ungkapan jenaka. Kondisi tersebut lebih sering merupakan pertemuan muda-mudi, walaupun sebatas pandangan mata saja.
Pertunjukan seni tradisional dikenal dengan nama “Pammaseri” (tradisi ini mulai hilang) yaitu pementasan dengan tari yang diiringi oleh alat musik rebana, gendong-gendong, kadang-kadang juga dengan iringan musik gambus, para penari biasa disebut juga dengan “pajoge” yang dilakoni oleh para lelaki yang berdandan seperti wanita diikuti dengan gerak, improvisasi , terstruktur kadang-kadang juga dengan gerak yang teaterikal, kelompok pammaseri ini masih didapati didaerah Bukkang Mata, Kab Maros. Oleh lembaga BKKI pammaseri ini diundang untuk turut meramaikan acara “Pagelaran Seni Tradisi Butta Salewangngang”.

foto 1970 alat musik tradisional gendong-gendong , dahulu alat musik ini di gunakan untuk mengusir kelompok kera yang merusak tanaman di leang-leang maros 
Biasanya hiburan ini digelar pada pesta perkawinan dan acara sehabis panen, yang bersifat syukuran , lintas ke kabupaten tentang pammaseri ini sebuah sumber mengatakan bahwa tradisi Mammaseri ini merupakan hiburan utama pada pesta perkawinan yang kini digantikan oleh music orkes dangdut. Dan menurut sumber[2]: tepatnya di daerah Bungoro Pangkep, bahwa seni tari “Pammaseri” ini dipercayai oleh masyarakat masih ada hubunga kearifan-nya dengan mitos Sawerigading.

gong purba "nekara" perangkat ritual ketika memohon kesuburan atau hujan, relief timbul itu adalah kodok, tentang gong ini menurut Husni Siame arkeolog UNHAS erat kaitannya dengan legenda "bisean Labboro" / atau situs perahu karam
Buku Rujukan terkait tradsisi ini dapat di temukan di blog ini lewat pencarian /searching. "Bissu pammaseri mammaseri" link : tari 4 etnik

 Kaimuddin Mbck, demikian ulasan pammaseri dalam Musik & Tari Tradisional Adat Bugis Makassar
(1) 
(2) Revitalisasi Kebudayaan Menuju Penguatan Akar Budaya Lokal, 2008., Makassar: La Galigo  Press.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar