SBY Versus MUI,FPI dan Liga Muslim Dunia

SBY ditekan, MUI dilematis
Berusaha mengerti bahwa kekuasaan itu menawarkan segala hal, menawarkan uang juga jabatan politik. Namun, kalau itu membuat kita plin-plan dan menggadaikan ideologi tentu sangat kita sayangkan,  Ideologi itu mulai tarik ulur ketika 27 anggota Kongres AS menandatangani surat yang dikirimkan kepada SBY, yang berisi tekanan terhadap pemerintahannya agar menjaga dan melindungi Ahmadiyah*. sangat dilematis kemudian ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa sesat bagi aliran Ahmadiyah pada tahun 1980 dan dikukuhkan kembali ke fatwa tahun 2005.

SBY Versus Liga Muslim Dunia
Jangankan presiden SBY, kita sendiri plinplan ?, setelah menguat seruan global dari Rabithah Al-Alam Al-Islami (Liga Muslim Dunia) pada tahun 1974, mengeluarkan fatwa kekafiran atas Ahmadiyah dan meminta pada seluruh dunia Islam menyuarakan keadaan ini, pemimpin Islam tersebut Rabithah Al-Alam Al-Islami menyatakan, "Qadhianiyah (Ahmadiyah) semula dibantu perkembangannya oleh imprealisme Inggris. duh nih ideologi taruh mana ya.., setelahnya membenarkan siapa ya..?)
SBY sebagai pemimpin negara dengan mayoritas berpenduduk Muslim justru membuat pernyataan bahwa negara yang dipimpinnya tidak melarang keyakinan siapapun, termasuk keyakinan sesat menyesatkan dan kufur seperti Ahmadiyah.haha..ha..tapi apakah ini bukan kepanjangan tangan asing di negeri ini?.

Dengan sikap plin-plan seperti ini memberikan sebuah edukasi politik terhadap rakyat, bahwa dalam berpolitik yang penting adalah kursi, persoalan ideologi tidak penting. sikap plin-plan seperti ini akan membuat umat bertanya-tanya. Begitu murah ya..ideologi itu ? dibandingkan dengan kursi?, se-kisruh dari kelompok kekuatan yang ingin mengontrol dan mengoreksi suatu kebijakan pemerintah yang dianggap keliru atau salah. keberadaan mreka seolah masih belum dapat diterima, bahkan banyak kalangan yang menolaknya, semisal ormas berikut ini.

SBY Versus FPI
Baru ini perdebatan SBY versus FPI adalah pergeseran isu. santai ajalah..kukira FPI hanya menanggapi ketidaktegasan SBY yang tidak kunjung membubarkan Ahmadiyah.
jika mereka FPI merasa Islam terus terpojok dan mereka marah wajarlah, lebih lagi karena mereka dituding anarkis. kata dia "Yang anarkis itu Ahmadiyah karena sudah mengacak–acak aqidah Islam, SBY tidak tegas, plin-plan dan kami kecewa,” tandasnya.(*2

Sebagaimana diketahui, menanggapi ancaman pemerintah yang akan membubarkan ormas bermasalah, kata petinggi FPI Munarman "Kami akan gulingkan pemerintah jika berani membubarkan ormas. Kami akan jadikan (SBY) seperti Ben Ali di Tunisia," ancam Munarman saat itu. wah...wah...kebenaran apalagi ya...setelah MUI, seruan Liga Muslim sedunia dan FPI menggugat ?,

Mencairkan : SBY Versus MUI, FPI dan Liga Muslim Dunia
Kekuatan mereka bagi negara Demokrasi ini  dapat menjadi kekuatan pengontrol dan penyeimbang jalan pelaksanaan pemerintahan dalam suatu negara, sehingga pemerintahan dan negara dapat dicegah untuk tidak terjerumus ke dalam keadaan abuse of power (penyelewengan kekuasaan). Dalam mekanisme check and balance, mereka semestinya tidak perlu dicemaskan dan kemudian menjadi takut untuk menerima kehadirannya. Justru adanya kekuatan kekuatan juga teguran demi untuk menjaga pelaksanaan negara membuat demokrasi berjalan dengan baik dan demokratis.


Perbedaan pendapat adalah rahmat untuk membangun kehidupan yang lebih baik lagi. Masalahnya kemudian adalah bersediakah kita sebagai bangsa untuk mengelola perbedaan pendapat itu, baik antar individu, antar kelompok masyarakat, antar warga negara dengan pemerintah, dan lebih khusus antara semisal oposisi dengan penguasa, melalui mekanisme yang beradab dengan memberi ruang /berkuat  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka adalah “rahmat” yang tidak bisa dihindari oleh setiap negara..

Kesediaan untuk mengoreksi dan mengkritik, kesediaan untuk dikoreksi dan dikritik dan kesediaan untuk berbeda pendapat inilah sebagai kunci pembuka untuk memasuki gerbang demokrasi. dan tanpa mereka demokrasi itu terancam atau justru mati karena dalam demokrasi penguasa harus dikontrol. Penguasa tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri lantaran kekuasaan itu cenderung menyimpang. Orang-orang yang sedang berkuasa bisa terjebak dalam penyalahgunaan kekuasaan.Jadi wajib diawasi dan dikontrol oleh eksisnya kelompok kontrol tersebut.
______
tulisan dari berbagai sumber,
kaimuddin mbck, dalam "SBY Versus MUI, FPI dan Liga Muslim Dunia.

{ 3 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Anonim mengatakan...

sudah balik lagi saja ke Agama Hindu-Budha atau agama Jawa ..

Anonim mengatakan...

agama tu privasi mo sesat kek mo ga kek urusan masing2 asal tidak merugikan orang laen. negara ga perlu campur ngurusi agama.

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

kumenyimak kalimat "..balik lagi saja ke....

Posting Komentar