meramal bayi sejak kelahiran (tradisi Bugis prasejarah)

Meramal bayi sejak kelahiran (tradisi Bugis prasejarah)
*peta teropong dengan meramal bayi bagi masyarakat lampau 
: Anak-anak yang lahir saat ini nampaknya mempunyai lebih banyak “perangkat lunak” yang telah dimasukkan ke sistem mereka. Mereka adalah lompatan evolusioner; mereka menunjukkan pada kita ke mana langkah tujuan kita sebagai spesies. Dan saya yakin bahwa anak-anak ini lahir dengan susunan saraf yang kemampuannya lebih tinggi. Kita semua juga memiliki kemampuan seperti itu, tetapi kita telah kehilangan itu lebih dari ratusan tahun lalu.”

kebiasaan lampau itu : setiap bayi yang lahir maka wajib di nujum/di ramal garis tangannya,atau palmistry. Palmistri sebuah ilmu membaca garis telapak tangan yang ILMIAH yang berdasarkan penelitian para ahli dan menjadi tradisi bahkan sejak ribuan tahun lalu. Para ahli tersebut mencatat setiap garis, setiap lekukan, setiap puncak pada tangan, dibandingkan dengan sifat-sifat ribuan, orang yang ditelitinya dan semua hal tersebut ditulis dan dibandingkan dari zaman ke zaman untuk penyempurnaan. Dan meramal Sawerigading sebagai bayi sejak kelahiran (tradisi Bugis prasejarah) adalah kisah yang sangat awal itu, sebuah kisah di tahun nol( 0) masehi, dalam versi "kelahiran bayi dari to manurung, bugis era prasejarah tulis tulis saja", dan akhirnya makkissa/ ku berkisah

Sang resi (semacam pertapa yang dapat berhubungan dengan boting langiE, atau penghuni langit, dimulainya sebab sbuah tatapan tak terbatas ke arah dunia yang kembali terlihat ada,  ketika garis-garis telapak tangan menari dalam setiap gerak kehidupan, pada garis di ruas-ruas tangan itu, sebuah hasrat kuat melarikan diri dari kungkungan adat juga ketentuan attoriolong, berontak Sawerigading,  mengikuti perjalanan cinta yang juga tersibgah dari langit, “ada apa ini, mengapa tak boleh mencintai We Tenri…. ?, jawab sawerigading, ketika keinginannya mempersunting seseorang dan dilarang oleh resi (semacam pertapa dan ahli melihat garis tangan ), “mengikuti laranganmu kukira adalah berhala kepalsuan” tegasnya lagi. kemudian ruas ruas masih menghuni telapak tangan nya yang geliat dan halus itu.
3 pe- ramal bayi sejak kelahiran (tradisi Bugis prasejarah)
Tangan Sawerigading tampak kokoh di tangan ahli ramal tersebut, ia menabur pijar sinar matahari pagi ditangannya sendiri sebagai ujud merubah taqdirnya demi mempersunting saudara kembarnya We Tenri Abeng, “uppss..tidak….kita akan di kutuk dewa langit sayang ?, kata peramal.
katamu "tapi..., kan waktu peramalan itu Sawerigading baru saja dilahirkan dan kembar dengan We Tenri Abeng, gimana ini?
____________
kaimuddin mbck dalam ramal bayi sejak kelahiran (tradisi Bugis prasejarah), kebiasaan masyarakat lampau Bugis Makassar, jika ada yang lahir maka di ramal dulu, hehe..he...tapi sekarang tidak lagi, mengapa?

Karena harus diakui bahwa di masyarakat hal ini masih amat sangat awam mengenai perihal ramal-meramal tsb. juga ada yang memprediksi bahwa telah berkembang pemahaman di sekitar kita bahwa membaca garis telapak tangan ketepatan ramalannya  dibantu oleh jin. Arti-arti garis tangan dimaknai secara salah, disebutkan bersumber dari para tukang-tukang sihir, tukang-tukang ramal yang tidak berdasar, tahayul, dan sebagainya. Garis tangan hanya bisa disebutkan oleh orang yang pandai membual, tidak berilmu, atau sering dikatakan juga pembohong alias tong kosong nyaring bunyinya. tapi dalam hal tadi aku tetap bertahan akan kebenaran dari hal pertama yang kita bicarakan .

Hal ini seringkali diperburuk dengan adanya sebagian kecil pihak yang memanfaatkan dengan  klaim yang disebutkan seperti "bisa merubah nasib Anda secara spontan", dengan membayar uang muka sebagai "sesajen" atau "tanda pengasih" , era kekinian sangsikanlah nujum/ramal, sebab adanya ancaman yang bersifat merusak aqidah bagi pemahaman Islam.wallahu a'lam bisshawab, salam dari kaimuddin mbck, mari ...mengenal sesi kearifan lokalitas lampau itu.
(pernik lain dari mistik di blog ini :

Wajib ramal bayi,Bugis Lampau

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar