Cerita Uak Daming Panjallingang_"Pappaseng"

Duppa mata ninitokko; ennau mata-tokko; ajak murikapang. (maksud terjemahan: Jika kita bertemu pandang, berusahalah menghilangkan kesan yang dapat mencurigakan).

Teks sastra ini diterangkan oleh sumber Uak Daming*,“ sebuah keadaan saat seseorang harus merahasiakan suasana hatinya atau terdapatnya keinginan untuk saling menyukai sebagai pasangan muda-muda tetapi karena aturan adat, dan kosmologi era itu menyebabkan suasana hati belum layak atau sesuatu yang menakutkan jika diketahui oleh khalayak, keadaan ini juga merupakan sinyalemen masa lalu bahwa betapa salin-menyukai (ri sipakuru sumangekeng) tak bisa terjadi sebelum hubungan itu telah disahkan oleh aturan adat, lihat dalam bab passaleng mappannessa apporio rennu.

Sebelum segalanya mari ..saling mencuri pandang nasaba uddani ri cappa duppa matae, (terjemahnya : hanya pandangan mata yang dapat mengantarai rindu) kesan ini tidak sederhana sebab timbangan etika atau moral yang melatar belakangi situasi lampau ini. lanjut ke lacak jejak dua kisah/ profil Uak Daming :
___________________
*Selain nama orang yang kami beri huruf miring adalah pappaseng/pesan suku Bugis Makassar Sulawesi Selatan Indonesia.
*Pemusik Biola dari daerah Panjallangingang kab.Maros.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar