Puisi "Wajah dalam Lukisan"

Meremang wajah dalam lukisan, usai sebuah tangan baru saja menorehkan kuas dengan gurat di keningnya, setelahnya mungkin kau hanya akan menemukan seungguk kenangan buruk dan kasar, tentang rumah tanpa anak dan teman tanpa cakap-cakap, wajah dalam lukisan tampak depresi seolah sedang melamun atau melihat benda yang mengingatkan kejadian yang tak lain mengingatkan tentang kematian, wajah dalam lukisan dengan guratan di keningnya menitikkan perlahan-lahan keringat merupa di embun bingkainya yang kusam,

wajah dalam lukisan bukanlah senandung lagu elegi juga bukan peristiwa yang selalu tepat terwakilkan dengan kata, sebab kata dalam keterbatasannya kadang terlalu terang untuk membuatmu tempias di dasar kolam dan kaupun melebihkan makna, wajah dalam lukisan batu yang diam di mata pahat, dengan takjub aku..... minta sekerat nasihat? dan aku orang-orang kalah dalam lukisan tersebut...!!

Puisi Wajah Dalam Lukisan
   *setelah semalaman itu, aku hanya mengenalmu dalam 
     lukisan "wanita rambut panjang dengan rambut digerai 
     angin"
   
Menimang lipatan makna pada wajah di kanvas kalbu... 
       pada rahim  yang terbawa arus (pulang ke-segala 
       samudera, ke-sebuah pemandangan di ujung  
       tanjung,  untuk dilukisnya  
             
Dan lukisan wajah itu adalah malam  penuh amuk dengan bola embun turun pada kanvas  yang masih basah, aneka warna semantik " juga bias warna....pelangi" : ini berlebihan--- 

"wajah di kanvas kalbu", dan ada yang  
menunggu hidup dan mati, hingga pagi tiba.....embun membasahi kanvas tersebut. Sesuatu bersimpuh beku dalam lukisan, memahamkan, betapa 
wanita "sebaik-baik ciptaan", lalu kita terus memuja.....                                     
_________________________________
kaimuddin mbck, 18-19 juli,  puisi "wajah dalam lukisan
Wajah dalam lukisan itu adalah peristiwa traumatik akan belenggu bayang-bayang kenangan buruk yang berlebihan atau pengidap gangguan post traumatic stress disorder (PTSD). ya sebuah Penderitanya seringkali teringat kejadian traumatis apabila dipicu peristiwa tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
(peristiwa di ruang UGD) Pada ruang UGD, sebelum Penyuntikan atas teman penderita tersebut tampak dokter menyebarkan bau melati saat usai dibius.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar