Puisi Toakala Maros


Narasi puisi "Toakala", me-kisahkan keberadaan sebuah kerajaan kera yang berada di Kampung Abbo, Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja bernama Toakala atau I Marakondang. Raja ini digambarkan sebagai sosok kera tinggi besar, berbulu putih, dan pintar berbicara layaknya manusia.

Tempat Toakala bersemayam dalam cerita legend  (kini) menjadi tempat destinasi wisata dengan spesifik unggulan air terjun, meskipun area Kampung Abbo itu terdapat beberapa reruntuhan batu yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Toakala. jejak masa lalu itu menandai "goa mimpi", Selain itu, ada juga batu berbentuk ranjang yang konon itu tempat tidur I Marakondang. 



Diceritakan bahwa Toakala sangat senang berburu, pada suatu hari, berangkat ke hutan mencari rusa. Namun, tepat di telaga Kassi Kebo, di atas air terjun Bantimurung, ia melihat seorang wanita yang sangat cantik tengah mandi. meringkas cerita:... gejolak cinta yang tak terbalas dan version yang banyak tentang cerita legend ini menuai banyak tafsiran.

Masyarakat setempat meyakini legenda ini, dan memercayai bahwa patung batu Toakala terdapat dalam salah satu goa yang terdapat di Bantimurung.
Dari antologi puisi seniman dan sastrawan maros merujuk satu puisi yang merelay cerita tentang Toakala ini. Karya :Kaimuddin Mabbaco

Toakala

“Demi menggenapkan alam, ia benamkan tubuhnya di bibir gunung, sebab seikat janji telah menetas jadi jejak sejarah”

Catatan alam Bantimurung,menarik pada alam sakral, yang melukis tubuhnya sendiri dengan lanskap.
       :rimbun pohonya adalah baris keteguhan yang menjamu
        derasnya hujan,

       tebingtebing bebukitan kars yang rapat, selalu jujur gemanya
        menjawab kemarau, 

     suara ngengat dan air terjun riuh..…
        ciptakan kerajaan bagi putri dan pangeran berkasihkasihan.

Sebelum tidur lamatlamat terdengar kakek menyebutnya benti merrung*.
setelah tidurmu ada yang terus bercerita,
       “seikat janji itu adalah ruh,yang tumbuh menjadi alam
         bermula ketika aku menyusun batubatu,jadi tubuh bagi air yang
         mengalir deras,
         lalu kupahat “gua Mimpi”tempat citacitaku kau semai
      pada nafasku yang lembab,kuterbangkan kalubampa*
          sepanjang hilir sungai yang berkelak demi sejuk matamu”
     
 -tapi.ada yang tibatiba menguap,berbulu dan sangat besar!
               “kelak, seikat janji itu, mengantarku kembali dari maut.
   
Kaimuddin.Haq
Bantimurung,Maros19.11.08
_________
Kejelasan kata
Toakala*monyet besar penghuni Bantimurung
Bantimurung*sebuah taman wisata (air terjun&Gua “Mimpi”)di Maros
Benti Merrung* air yang meruah.
Kalubampa*(bhs Macassar kuno)kupu-kupu.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar