Suku Bugis dan Makassar sebuah nama

Suku Bugis-Makassar adalah salah satu suku di antara sekian banyak suku di Indonesia, mereka bermukim di Pulau Sulawesi Selatan, namun dalam perkembangannya, komunitas ini telah menyebar luas ke seluruh nusantara, sebab sebagian dari mereka lebih suka merantau[1] dengan bermata pencaharian sebagai pedagang, passompe (perantau) dan nelayan, keadaan ini pula menjadi ciri bagi suku Bugis-Makassar yang oleh dunia dikenal sebagai pelaut ulung. Mengenai keberadaan prajurit Bugis-Makassar dalam hubungan mereka dengan orang portugis, buku “Sejarah Indonesia Modern 1200-2004” menguraikan sebagai berikut ;
“….kedua suku bangsa ini sangat terkenal karena reputasi mereka sebagai prajurit-prajurit yang paling ditakuti di Nusantara. Mereka juga prajurit-prajurit yang paling profesional. Terdapat naskah-naskah yang memuat terjemahan karangan-karangan berbahasa Spanyol dan Portugis mengenai pembuatan meriam kedalam bahasa Bugis-Makassar dan tidak ada satupun terjemahan semacam itu dalam bahasa Indonesia lainya…”(M.C.Ricklefs,2001).

Silang pendapat tentang asal muasal nama Bugis (2) dan Makassar terdapat rujukan yang berbeda-beda, ada yang melansir asal orang Bugis-Makassar itu dari satu orang tua, yang menurungkan dua anak. Satunya berperangai agak kasar maka disebutlah makasara. sedangkan satunya lagi lembut atau maugi kemudian menjadi Ugi dan berkembang menjadi Bugis, berikut bahasan suku Bugis dan Makassar dalam paparan yang terpisah.
_____________

Catatan kaki 
(1) Merantau dalam pengertian Bahasa Bugis adalah Passompe : Eksodus suku Bugis-Makassar  secara besar-besaran telah terjadi pada abad ke-17, menjadikan laut bebas serta perairan sebagai khasanah medan laga dalam keberlangsungan hidup. Dalam sejarah, para pelaut Sulawesi dengan kapal pinisi-nya tercatat telah mencapai Madagaskar di Afrika. Gelombang pertama terjadi pada abad ke-2 dan 4, gelombang kedua datang pada abad ke-10 dan gelombang terakhir pada abad ke-17 (masa pemerintahan Sriwijaya). Pendatang dari Indonesia tersebut menetap dan mendirikan sebuah kerajaan bernama Merina. 

(2)Kata Bugis berasal dari kata to Ugik (Ogik), yang berarti orang Bugis. Penamaan “Ugik “merujuk pada raja pertama kerajaan Cina (bukan Negara cina, tapi yang terdapat dijazirah Sulawesi Selatan, tepatnya kecamatan Pammana Kabupaten Wajo saat ini) yaitu La Sattumpugi, dari ujung namanya inilah kemudian dikenal dengan Bugis, sesuai dengan permintaannya agar rakyatnya kelak dapat diberi nama sesuai dengan akhir namanya, permintaan La Sattumpugi tersebut, teranggap sebagai pengobat terhadap kerinduannya diberi anak laki-laki oleh istrinya yang bernama We Tenriabeng, La Sattumpugi adalah ayah dari We’ Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu’, ayahanda dari .....dan seterusnya (Selengkapnya di suku Bugis dan perihal to Manurung

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar