Resepsi Puisi Bernapas Dalam Air

Sisi lain dari bahasa ada yang bilang, ini haya "persoalan kata", tetapi istilah baru harus lahir, katanya dalam kalimat hiperbolik, "jelek harga motornya karena sudah antik", (maksudnya mahal, sebuah komunitas motor antik di kampungku, sering dengungkan ini) haha..ha...ada ada saja...

maka resepsi puisi adalah olahan teori pendekatan teks yang mementingkan pendapat pembaca dari sebuah karya sastra, seperti tanggapan umum yang sering berubah-ubah dalam kurun waktu tertentu. Jadi dalam menilai, mengintrepretasi, dan mengevaluasi sebuah karya sastra berasal dari pikiran dari pembaca. Pendekatan ini berfokus pada analisis tekstual lingkup untuk "negosiasi" dan "oposisi" pada bagian dari pembaca. Ini berarti bahwa teks ""-baik itu buku, film, atau karya kreatif lainnya-tidak hanya pasif diterima oleh pembaca, tapi bahwa pembaca / pemirsa menafsirkan makna teks berdasarkan latar belakang budaya individu dan pengalaman hidup. Pada dasarnya, makna teks tidak melekat dalam teks itu sendiri, tapi dibuat dalam hubungan antara teks dan pembaca.

Demikianlah teks sastra dengan bertitik tolak pada pembaca atas reaksi atau tanggapan-nya terhadap teks, maka resepsi puisi ? "Pembaca selaku pemberi makna bebas memberi variabel menurut ruang, waktu dan golongan sosial budaya. atau menurut pengertian masing-masing. Menurut perumusan teori ini, dalam memberikan sambutan terhadap sesuatu karya puisi sastra, pembaca diarahkan kesebuah  harapan dalam  interpretasi pendekatan apresiasi untuk masyarakat penikmat.Metode dan penerapannya dapat dirumuskan ke dalam penelitian sastra secara eksperimental, resepsi lewat kritik sastra dan intertekstualitas

Resepsi puisi, dilihat dari kesesuaian penyair dalam berbahasa;sesuaikah dengan logika-berbahasa atau tidak. bahkan Sutardji CB sekalipun, seorang penyair, karyakaryanya "nyeleneh"secara kebahasaan, < > tapi...,ia tidak terlepas dari dasar kebahasaan yang kuat. sebab Sutardji lahir di Riau yang (konon) merupakan asal-muasal bahasa Indonesia, haha..ha..."berhitung tentang dasar kebahasaan yang kuat", tapi anda bukan sutarji toh...
Arifin mengakui, untuk media online terkadang "sengaja" memakai bahasa pasar karena menambah kuat makna berita yang disajikan. Apalagi, sampai saat ini tidak ada panduan bahasa bagi media dalam jaringan itu*.

Kausalitas timbangan resepsi Puisi sebab puisi kompleks pada setiap lariknya mempunyai makna yang dapat ditafsirkan secara denotatif atau pun konotatif. nilai inspiratif dalam perwakilan makna yang tersirat juga (kadang/ lebih sering , haha..ha..?) lahir dari ungkapan batin seorang penyair..,ke-abstrak tapi membentuk bayangan khayalan bagi pembaca. disinilah peran cipta beri ruang premis pada pembaca /resepsi puisi.

BAHASA sebagai kreasi unik dengan pancaran makna yang mempunyai sifat dasar "rentan", serta mengalami ambigu bahkan residu; santai ji apalagi "basa indonesayya","bayarki pajatta", (penyebutan umum di kota dan kampungku), ya rumusan (sintaksisnya bersifat "lunak",(aglutinatif pula), tidak baku  seperti bahasa Inggris kah, tapi bagaimana dengan puisi yang ruangnya lebih bebas kritis ?, bahkan puisi sudah tidak jelas pengertiannya apa..?kubilang saja, "menulislah...dengan demikian kau telah mengarsipkan sebuah peristiwa. 
Resepsi tontonan
Resepsi Terselubung /Ilokusi
Seorang teman kita sedang membuat novel yang berhubungan dengan linguistik. Kalian bisa membacanya di http://morninghours.wordpress.com/. Berikut ini adalah ringkasan yang kami kutip dari blog tersebut. Novel yang saya buat ini berkisah tentang seorang Profesor Linguistik bernama Drina Hutabarat. Dia memiliki kemampuan tersembunyi untuk mendengar suara-suara terselubung ketika mendengar manusia di sekelilingnya menyatakan sesuatu. Suara-suara terselubung inilah yang disebut “Suara-Suara Ilokusi.” Kalau kalian belajar linguistik, mungkin kalian tahu bahwa ilokusi adalah sesuatu yang ingin disampaikan oleh manusia saat mengucapkan tuturan nyata (lokusi)-nya. Ilokusi tidak selalu sama dengan lokusi. Kadang manusia menyatakan sesuatu, tapi niatannya untuk menyatakan itu berbeda sama sekali dengan tuturannya. Drina dapat mendengar suara-suara ilokusi ini sejak kecil, tapi setelah dia dewasa, mempelajari ilmu linguistik, dan membuatnya jadi berpikiran sedikit positif terhadap suara-suara ilokusi itu, kemampuannya jadi mulai menghilang. Suatu hari, Drina yang sudah hidup tenang pada usia 63 tahun, menerima permintaan seorang anak perempuan bernama Karmina untuk membaca suara-suara ilokusi yang mungkin dapat didengar dari surat bunuh diri yang ditulis oleh kakeknya. Permintaan ini awalnya ditolak oleh Drina karena ia tidak ingin mendengar suara-suara ilokusi lagi. Selain itu Drina pun tidak yakin kalau suara ilokusi dapat diketahui dari bentuk tuturan yang berupa tulisan. Akan tetapi, ada sesuatu dari surat bunuh diri tersebut yang sangat ingin ia selidiki hingga ia pun rela untuk berusaha kembali mendengar suara-suara ilokusi yang sudah lama tidak ia dengar.
________
ket :catatan ini tdk valid.maka seolah Bernapas dalam air
*diskusi "Bahasa pasar memengaruhi Media ".

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar