Parlemen Selokan Bau dan Maaf tak Henti

sedih siapa ketika malam bainai terlaksana atas Nindy gadis cantik & seksi itu, "tapi bangsat juga tuh.. ?", kata fans Nindy penuh malu-malu, lebih lagi setelah calon suami tampak sangat takjub dengan darah Padang itu. Emulsi takjub dan sedih pada 2 keadaan tadi, adalah kisruh juga aroma asing pada bumi, juga bau yang tak jelas. Perihal tadi dengan muatan yang biasa saja, dibanding keadaan institusi juga parlemen kita dengan era kini yang penuh kekisruhan juga kata "maaf " yang terus menerus. tapi maaf pun kadang bukan jawaban atas sebuah kesalahan , ya ..jarang sekali mewakili kesalahan sikap. Perihal berikut menandai bincang2 kita atas segala keaneka ragaman atau warna-warni disekitar kita, seperti  berikut ini
 
Aku me-rekayasamu sayang.., demi penciptaan 
kondisi factual agar serupa dengan yang
 kau harapkan, aku tak bisa tegak sayang..., seperti institusi pemerintahan dan system penegakan hukum kita yang mandul dan selalu dalam intervensi negara asing. karenanya aku gila-gilaan padamu sayang.., seperti wujud sebuah bangunan sosial yang baru.

Parlemen termaksud: Pemegang peran penting dalam pemerintahan yang mengangkat perdana menteri, pun dapat menjatuhkan pemerintahan, yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. bahkan ilustrasi konseptual parlemen dapat saja presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. Tapi se-factual apapun hegemoni sistem sebgai pengatur, tetap saja itu bukan solusi sayang...."pusingka sayang : sebuah kata maaf setiap saat harus kau dengar, menanggapi bumi dengan aroma "bau selokan"*, tak selesai sayang..:.antara ku revolusi-ki atau ku reformasi-ki ?. Disini satu aja yang jelas sayang, kau serupa masyarakat gagal dan tidak sejahtera jika tak korupsi !!.(1) .

Kehidupan begitu meremang sayang, seperti jembatan sunyi dan lampu jalan itu, masih begitu saja, dengan ujud perawan yang diam emas menyalakan senyum malu malu...., kukira "kita" ada disekitarnya sayang.., tetapi remang di jembatan itu (atribut partai yang sangat banyak) tetap saja mencederai sayang..,  ya...kau sedang tak dibiarkan tumbuh polos dan tulus sayang, ia penuh atribut dan slogan-slogan tanpa malu-malu. ya..."seberapa lama kita menghirup di bumi dengan selokan bau dan kata maaf yang tiada henti ?". Tanyaku.

di Selokan Bau tanpa maaf
 Enam bulan lalu, Bumi kita di ibukota gempar oleh serangkaian paket bom yang dikirim ke sejumlah tempat. Salah satunya adalah paket bom buku yang dikirimkan ke Komunitas Utan Kayu. Bom itu meledak dan melukai tangan seorang polisi saat mencoba menjinakkannya. Hingga dua minggu polisi tak menemukan petunjuk apapun siapa pelakunya. Marriot demikian juga hanya dua hari saja polisi sudah menemukan pelakunya.(*.

ya...paket bom merebak sayang, pemberitaan mengenai kasus ini langsung mengisi tampilan media, hingga lebih seminggu, orang-orangpun sibuk, kita kemana ketika itu say ?, katamu "kita terpinggirkan.... termarginalkan....!!, bukan kita yang terpinggirkan sayang tapi pemberitaan selalu menang sayang..., dan kebenaran adalah lecutan atau jika kau memeluknya "seolah keluar dari sarang harimua...dan masuk ke lubang buaya", belum lagi perihal korupsi, kasus wisma Atlet, kasus Munir, kasus saling tuding tentang Sengaja atau tidak ditutupi,   dan kasus yang dilupakan dan kasus tak selesai, banyak ya..,..

Aroma lain dari selokan bau dan tanpa kata maaf, adalah razia gadis cantik dan seksi.
 Selokan bau mengidentifikasi bahwa, "di tempat hiburan seringkali kena Razia dari petugas Keamanan. Tetapi yang paling sering melakukan razia ditempat hiburan adalah para pria pencari perempuan cantik dan seksi. Mereka ini berburu dan merazia setiap waktu dan disetiap tempat hiburan. Tidak sedikit bahkan setiap kali mereka berhasil menjaring Perempuan cantik dan seksi di tempat hiburan. Razia yang mereka lakukan dengan softly persuasif alias rayuan dan penebaran uang. Kalau mau merazia pria hidung belang di tempat hiburan> tempat terbaik. T4 ini juga selokan bau yang banyak tikusnya. ya, mirip-mirip saja,

 Indonesia kita benar-benar dikuasai bau advokasi dengan lawyer skill jitu, dengan kecerdasan pledoi (>2). perihal ini : RAKYAT di tegaskan oleh kelompok musik "Kantata Taqwa" oleh sawung Jabo bareng Iwan Fals (ilustrasi teks lagu)
*Menyiksa membunuh berdasarkan keyakina  mereka...
Tapi sesuatu yang kita bangun  hari ini ….dan Dilur sana ….yang tanpa batas, tanpa akhir… mungkin kita !, tetaplah orang-orang kalah tak bisa bicara, ”menanti batas…..batas segala yang tidak ada batasnya, menanti akhir…akhir segala  yang tidak ada akhirnya, waktu berlalu waktu berpacu, Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini , Tidak ada pilihan lain. kita harus berjalan terus, karena berhenti atau mundur berarti hancur, Apakah akan kita jual keyakinan kita, Dalam pengabdian tanpa harga, Akan maukah kita duduk satu meja, dengan para pembunuh tahun yang lalu, Dalam satu kalimat yang berakhiran,”duli tuanku...dan Iye Karaeng, Iye Puang "< /versi Sang Baco)?” Tidak ada pilhan lain. Kita harus berjalan terus, bumi kita sangat bau dan tanpa kata maaf, jika ia mau baik maka ia tetap serupa bocah  bermata sayu, yang ditepi jalan, mengacungkan untuk oplet dan bus yang penuh, Kita adalah berpuluh juta yang bertahu hidup sengsara, Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hawa, Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka, Kita yang tak punya kepentingan dengan seribu slogan, Dan seribu pengeras suara yang hampa suara. Di tempat ini telah dipahatkan kemerdekaan, mengLIRLAH….KARENA laut cukup pintar mengantarmu pada pantai yang tepat….. Siapakah guru para matahari ? (sunting puisi Benteng dan tirani) > (Lagu balada dengan iringan percusion Aku belajar melihatmu setelah matahari tak mengajarkan cahaya dan malam tak …dst). ( Link terkait

Kisruh Parlemen tak henti (kasus korupsi video tak berbaju, mirip Karolin itu tanpa proses pemburaman. Hal itulah yang ditengarai sebagai penyebab ditutupnya situs yang sering mengungkap skandal -skandal para artis ini. Ditutupnya situs Kilikitik tak sepenuhnya mendapat dukungan, ada juga pihak yang justru menyayangkannya. Pasalnya, dengan ditutupnya situs sumber, saat ini para ahli menjadi kesulitan mengungkap kebenaran pelaku dari video tersebut, haha...ha...
parlemen selokan bau dan kata maaf tak henti-henti
Apa yang sebenarnya sedang terjadi di negeri ini. pemerintah tunjukin kita ya..tentang "bahwa negeri kita ini asumtif sebagaimana kerakyatan yang terpimpin dengan hikmat", atau indah dengan rayuan pulau kelapa_mu, ( bila ) kukira "kita" ada disekitar dan seatap sayang...ohoho..ho..= wassalam by. kaimuddin mbck
____________
Catatan Kaki 
*. Bau selokan adalah berita dalam cerminan buruk, serupa dengan melihat atau menonton berita di layar kaca Indonesia, seperti melihat buruknya muka negeri ini pada cermin. Televisi A, B, C dan lain-lain, memberitakan korupsi dimana-mana. Kekerasan dan anarkis dimana-mana. Ada Anarkis secara massal/massive/ berkedok agama. Tegas dibiarkan dan tidak ditindak secara hukum.
1). Tanggap indonesia atas korupsi adalah kata "maaf yang tiada henti", "negeri Bedebah...!". wajar saja sayang...sebab Korupsi wabah yang diciptakan oleh penguasa negeri ini dan terjadi pembiaraan. Penguasa itu tidak hanya di eksekutif tetapi sampai ke Legislati dan yudikatif. Rakyat....?, nikmatmu atas  bumi dengan selokan bau dan kata maaf yang tiada henti"

2). Kata “pledoi” itu berasal dari bahasa Belanda, yaitu Pleidooi yang artinya pembelaan (Subekti, Kamus Hukum, 1973). Pledoi merupakan upaya terakhir dari seorang terdakwa atau pembela dalam rangka mempertahankan hak-hak dari kliennya, kekuatan membela kebenaran yang diyakininya, sesuai bukti-bukti yang terungkap dalam persidangan. Upaya terakhir maksudnya, upaya dari terdakwa/pembela dalam persidangan perkara tersebut, sebelum dijatuhkan putusan oleh Pengadilan Negeri. > Rakyat....?, nikmatmu atas  bumi dengan selokan bau dan kata maaf yang tiada henti"

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar