karena kau kata "ter-bangsat" (2)

Bangsatlah jika kau tak me-syukurinya. Sedang Tuhan  mengirimkan seseorang tepat disaat kau sepi penuh  mabuk, "sebuah ruang ", dan kau  menggenggam erat pena dan kertas ajaib, cerita baru saja di mulai dan peristiwa tanpa perlu di endapkan. aku catatan, yang berulang menuliskan "sayang....", jaga dirimu, sayang..., hidup begitu menggetarkan....

karena kau kata "ter-bangsat" (2)
*masih.... dengan luka kemarin, membaca sepi hingga mabuk, aku terdesak,
seberapa luka di puisimu aku hiasi jika
 tak menemukanmu.

ruang diseLa2 Jari-Mu??,, sebuah jalur-jalur hikmat, karena suatu saat Tuhan akan mengirimkan seseorang untuk memenuhi ruang itu dengan menggenggam erat tangan-Mu,, SeLama-Nya"

*sebuah berita kau tunggu, padahal aku hanya punya 
secarik kertas kumal bertuliskan:jaga senyum-mu sayang..
*Kau nikamati benar kue coklat pemberianku, setelahnya kau memberiku senyum sebagai isyarat belum membelikanmu gaun malam, perih  …kupenuhi janjiku yg tertunda, nantilah hingga teriakan terakhir “maling”, tak terdengar, aku masih disini sayang pada luka kemarin yg belum tersembuhkan.
karena kau kata "ter-bangsat" (2)
*bangunlah lonteku... desing peluru dan
luka yg me-nganga, biar menitipmu di pundakku, kita akan terus berlari 
hingga kebebasan kita tafsirkan sebagai milik kita. jangan tergesagesa waktu belum benarbenar penuh menegaskan kita sebagai 2 org bajingan yg saling setia.

*tulislah aku sebagai " bangsat", ketika menyembunyikanmu di atas pohon 
mangga tempatku berteduh, aku memaksamu tetap disitu hingga selesai teh kuhidangkan untukmu. hai bangsat.... kau masih diatas pohon kan..

*peristiwa biasa itu karena hanya berlangsung dalam hati,
benar kita telah saling memanggil dalam persetubuhan sunyi tapi kita belum saling mengancan dalam bersalah ketika tak menuliskan sesuatu , brengsek memang.... kita terlalu sopan

*begadang jangan begadang...> boleh saja demi menegaskan cinta sebagai 
bukan keterlanjuran.* e..de..de..de..e cinta mo seng < katamu 

*pantas memberimu senyum nak, pagi benar kau telah memetik sekumpulan bunga ,
aku tak perlu menerka maksudmu, ketika kau menghadapi ujian sekolah dgn penuh senyum. 

*betapapun kau tetap menolak, padahal matamu telah dulu tenggelam dingin dan kabut bila aku mendesakmu dengan semburan api dan menciummu berulang-ulang, hehe…he..he.. maaf lonteku aku masih slalu nekat. 

*senyummu jenakamu ternyata tak terlupa, ketika itu aku menerimanya sebagai sepotong senja dan 
itu tak pernah lengkap karena aku terus mencari separuhnya. 

*Gerimispun berhenti, karena sebuah gagasan, komunikasi dan kecerdasan seni telah 
mereka bangun. slamat... *sebuah ruang lengang nan sepi, tempat... yang bisa kudatangi 
setiap saat tanpa ada yang marah, aku bebas berbisik apa saja dalam
keluasan yang tak terbatas, uh.... 

*ssst.. jangan berkedip, (dihalam rumah) embun membesar dan jatuh dari ujung daun pandan... 

*sesekali setujulah untuk dapat menarik hal positif kedalam diri anda, 
sabbara' ki nari pulaleng elo'na puangngE' 

*pagi benar2 cerah, menginginkanmu bahagia, seperti tanggung jawab 
matahari yang menyelusup di jendelamu sedang kau masih tertidur. haiiiiii.... 

*Demi esok pagi yg penuh rahasia....malam ini aq mengajakmu bertemu dalam sajak, tentu kau tak memilih sepi membiarkanmu terbawa ketempat segala perih bukan...... 

*(terus merangkai) seperti hendak membuat semuanya jadi enak, kita diajak bicara tentang sungai jembatan awan ataupun angin yang dingin, katanya, "musim hujan... tidaklah mesti mbuatmu terkurung", hehe..he..he.. 

*diamnya sejenak seperti membisikkan sesuatu tentang awan dan angin yang dingin, ada yg berkata, "terjemahkan isyarat masalalu itu secara gamblang sebelum aku murka".hehe..he..he..

*memupuk cinta wanita masih perlukah bohong2 sedikit sebagai bumbu... 

*kartu lebaran ini hanya benda2, tapi ungkapanmu didalamnya memberi fakta bahwa dunia betapa menghendaki ucapan yang luhur. >Idul Adha...untukmu, bagi bagilah hewan kurbanmu
ke aq, hehe..he,..he..

*Kalimat2 yang kau rangkai,,, membiusku,,
lalu mengajak q b-pikir.. apa da waktumu kali ini?

*Setiap Kerinduan Mu Datang, Rasanya Aku
Ingin Menjadi Hantu Tampan.
________
kaimuddin mbck, :ya...tulis-tulis saja...link berikut adalah catatanku paling asyik
/rindu-pagi-yang-berpencar-pencar.html

karena kau kata "ter-bangsat" (2)

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar