puisi makna simbolik dan kata bijak

"ya... sesekali TUTUP saja dulu sementara waktu mungkin saja rumah, mungkin juga hati > siapa tahu orang yang lebih tepat kemudian memBUKAnya_ : berikut puisi makna simbolik dan kata bijak : semoga menjadi kesadaran, sebab meskipun anda tahu apa yang harus diketahui, tentu berusaha tahu pula apa yang harus diabaikannya_ juga semisal arus simbolik yang tidak bisa diabaikan : musim yang begitu teratur, juga malam dan pagi, air yang tak membantah kodratnya yang harus ngalir kebawah juga angin yang selalu jujur menyampaikan pesan dalam aroma (busuk juga harum). Puisi berikut merupakan simbolik ketakberdayaan dengan bentuknya yang warni-warni sedang matahari menjilat-jilati pucuk daun di depan mata

"seberapa luka"

pucuk daun yang
memucat diterpa sengat siang,
diajaknya kita bersaksi,
celaka-nya kita dengan terpaksa melihat terik siang men-jilat jilati pucuk daun itu,
hingga
lunglai dan kerontang, 
seberapa luka ?

sebelum kering teken dulu boss, 
Apakah hal ini terkesan bijak ?, keseringan pemateri tak boleh membiarkanmu tak menjadi peserta sebab sesekali "temanpun bisa berperan sebagai guru, begitupun guru dapat saja berperan sebagai teman". Ketika kamu temukan seseorang yang bahkan tak sesuai dengan impian, tapi kamu (pada akhirnya) tetap berkata, "kaukah yang kutemukan" dan mengakui kelak tentang kerinduanmu, dalam pencarian kata bijak mengungkapkan, " ketak sempurnaan itulah yang sempurna"_"semakin kucari kusibak sesuatu yang ada dalam diriku maka selalu engkau yang kutemukan.

simbolik dan  kata bijak

untuk merealitaskanmu sebagai milikku, ya...aku harus bermimpi , tapi mimpi itu tetap semu, bukan tindakan  nyata, haha..ha...sebuah bentuk berharap. Tapi hal inikan ga'  pernah ngecewakan

solusi
Jangan pernah berhenti, tak berbaju bukan berarti melewatkanmu dari moment yang berharga.
simbolik tak berbaju ?

Mengapa puisi ke makna simbolik?
merafal puisi dengan teks aneh/ asing dapat saja menjadi sebuah kemungkinan indah, ya ilmu teoritis menyebutkan bahwa perspektif ini gaya "defamiliarisasi" atau “keganjilan teks", beginian cara penyair memeroleh kursi kesastrawan-nya. Victor Shlovsky seperti dikutip oleh Redyanto Noor menyatakan bahwa," Hal-hal yang sudah biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari diubah fungsi ataupun pemahamannya menjadi asing dan ganjil atau aneh. Tujuannya agar pembaca lebih tertarik pada bentuk, dan lebih menyadari hal-hal sekitarnya".

Tulislah, terjemahkan kerutinan sehari-hari buatlah dengan kesan teks tak basi dan membosankan, cobalah masuk ke dalam kesadaran dramatik bahasa _ungkapan sulitnya ya buatlah objek menjadi lebih ‘terlibat’.Cara pengolahan atau penyulapan ini akan menghasilkan teks yang indah, mungkin dapat dilakukan dengan bahan dasar berupa jalan cerita menjadikan “ganjil” atau aneh. mungkin saja dalam ceritamu bilang bahwa  "aku ta bertemu dengannya jika saja sebelumnya ta dibangun dgn kebencian, atau sebab bertengkar kau kemuadian menemukannya"_ " sebab ia menjual barang kesayangaannmu barulah perlahan cinta itu tumbuh", ah...ada-ada saja....

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Andi Hasbi Jaya mengatakan...

:D sebelum kering teken dulu...

Posting Komentar