sore di jembatan sebelum rubuh

Sebab menangis adalah emosi yang asing, catatan sehari sebelum rubuhnya "Jembatan Mahakam", lintas penanda yang menghubungkan Tenggarong dan Tenggarong Seberang. Pada saat kejadian, jembatan sore sedang ramai aktivitas lalu lalang kendaraan". Mengenang peristiwa sore itu " dilihatnya air yang meluap, sebuah daerah di benaknya "sedang mengalami banjir", demikian sore tadi, sangat rapi  tersusun *seolah jalinan-jalinan yang mengenalkan pertama kali yang mereka sebut cinta, sangat baru..rupanya itu adalah kenangan terakhir. seseorang menyebut "gadis yang menunggu kekasihnya,  ikut terperosot rubuhan jembatan dengan sekelopak bunga segar ditangannya_*
Aku mengajaknya menepi ketika mobil tronton kan lewat, ia kelihatan  mengagumi jembatan tua, jembatan yang mengenalkan kami nikmat duduk dan berlari sore, ia..masih dengan ke kagumannya pada jembatan ini.dan mataku di rambutnya yang di gerai angin.

Tak berapa lama,  ia terhenyak setelah pandangannya berbalik kekiri dan dilihatnya air yang meluap, sebuah daerah di benaknya "sedang mengalami banjir", demikian sore tadi, sangat rapi  tersusun *seolah jalinan-jalinan yang mengenalkan pertama kali yang mereka sebut cinta, sangat baru.....

Aku sibuk memotret anak-anak yang sedang girang melompat di jembatan, tiba-tiba ia memelukku ...dan menangis.< ini yang tak kumengerti, esok jelaskan tangismu....(entah duka atau senang atau bukan keduanya...)
_( "tak perlu kau pahami jika pahaman-mu tentang tulisan ini adalah ketidakpahaman".
 _______
kaimuddin mbck
*setelah duka adalah senang/sebaliknya),

Sore ini senyummu tergambar kukira ini diksi tuk jembatan tua ini , tapi senyummu bilang "Aku tak pernah bisa mencintai musim ini secara biasa sebab rambutmu yang tergerai, sampai jejalanan ini lindap jadi rerumpun", ih kukira ini diksinya "jembatan penuh rumput"........dan jembatan sore ini, tiba-tiba tumbuh rumput liar dan sangat pariatif : haha..ha..sebelum rumput tadi adalah...hujan deras sayang....

Melewati kebersamaan di jembatan, dan narasi jatuh cinta pertama kali yang di lewati mengesah sebagai tempat romantis. Tempat romantis akan membuat hubungan asmara sepasang kekasih menjadi lebih berkualitas, setidaknya bagi kebanyakan pasangan kekasih.

sedang lampu jalan di jembatan itu seperti tangan seorang gadis yang tenggelam dan menggapai-gapai meminta tolong, pancaran cahayanya seperti ber-embun bahkan  mulai berkaca-kaca dengan pandangan yang mulai pudar, lampu jalan diatas jembatan itu masih sebuah bayang-bayang kecil, bayangan yang tenggelam dan lenyap di balik hening malam. dan lampu jalan menyangka "senja" selalu jatuh lebih cepat, ia tak berpikir macam-macam ketika kau tak mengenalnya : waktu yang sakral sebelu. wassalam jembatan rubuh sore jembatan

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar