dengan rindu ku-menulismu

Gagasan “Writing Down To The Bone”. Menjadi baik karena menulis, sebuah teks yang mengalir hingga ketulang sungsum.”, Heteroginitas pada peristiwa menjadi tulisan adalah sebuah kontribusi positif pada kebijakan, sebab menulis adalah "cinta", saat kau membacanya kukira akan menggerakkan-mu menuliskannya kembali, haha..ha..(sebuah rindu yang dalam dan kau ingin berarti dengan kerinduan itu).aku sedang menulis rindu di kelopak sajak yang berembun. jangan katakan jika ini sudah pagi, sayang. ~

Sebuah muatan gagasan harus tertuliskan saat ini juga !, (jenak-jenak rindu yang kau tuliskan hari ini) adalah sebuah bangunan asosiasi dan jalinan-jalinan dari beragam simpulan pikiran informasi yang mengendap dan semakin jernih kelak (di suatu saat ketika kau membacanyai/ tulis-tulis saja dulu... )konsekuensi ini jika keterusan maka proses keterkaitan penguasaan ilmu ilmu lain, terjalin secara sistematis dan terstruktur, sebab kegiatan menulis berhubungan dengan membaca/ menulis memerlukan membaca dan membaca memerlukan menulis. sebuah proses kepenalaran baca-tulis yang mengalir kecita-cita atau impian atas pencapaian setiap ilmu.(sebua pandangan psicokologi membaca sumber segala ilmu)
Pelajaran Menulis Kehidupan
“Menulis sampai ke Tulang Sungsum.” judul sebuah buku asing (kalau tidak salah), “Writing Down To The Bone”. membacanya adalah sebuah kejut yang mencipta banyak teks.....ada yang juga menyebutnya, “Menjadi jenius dengan menulis.”, sungguh penting menuliskan setiap peristiwa meskipun tak harus terbit, sebab pengendapan kesementaraan akan membuatnya kelak lebih jernih, sebuah oase kukira.

Rindu ku-menulis pembenaran ?
Apabila tulisan kita baik dan mampu membawa perubahan pada orang lain, maka disitulah tulisan kita berpahala, dan diantara pendapat lain mengemukakan bahwa tulisan dapat membawa manfaat yang besar dengan membawa perubahan dan menggerakkan orang lain. Sebagai langkah awal belilah bukubuku yang baik, atau baca apasaja , kunjungi perpust, sebab proses itu terdapat keridhaan Allah tuk membuatmu ngerti akan satu/ banyak hal. Mungkin pernah kepikiran bahwa dengan m-baca kita bisa menggerakkan pikiran orang, haha..ha..... Lebih jauh lagi.

Rindu ku-menulismu, pustakaku & tanggung jawab hidup
Pilihlah buku yang berkualitas yang eeE...(kutegaskan saja) mampu menggerakkan-mu untuk menuliskannya kembali, haha..ha..mungkin saja hasil bacaan itu menjadi peristiwa baru bagimu juga bagiku, wkwkwkwkw.

Sebab tanggung jawab ilmu, akan kepentinga negeri yang harus tumbuh bersama tentu terkait erat dengan budaya membaca, kebodohan suatu bangsa juga kurangnya perpustakaan hampir saja dapat di salahkan pemerintah sebab belum memiliki kebijakan yang mendukung dan menggairahkan kegiatan kepenulisan. dan membaca, juga masih tingginya pajak kertas, misalnya, menjadikan buku masih menjadi barang mahal, apalagi untuk kalangan ekonomi yang termasuk lemah. Coba kita bandingkan dengan kebijakan di India yang dikatakan sempat menyuplai kertas untuk penerbit.(Pelajaran Menulis Kehidupan-.

Rindu Menulis ke_lounching buku
Teringat ketika menuliskan hasil penelitian tentang "Revitalisasi Kearifan Lokal Budaya", dulu  tahun 2007 di kampungku sini (Maros), Aku jual motor ke-sukaanku demi buku tersebut di telorkan oleh penerbit, haha..ha..., sekarang tidak lagi sebab menulis aku membangun rumahku, rumah tempatku menulis,juga rumah tempat kau menemukanku

Ya ...kalaupun Reward yang diberikan kepada penulis juga tampaknya masih dianggap kurang menguntungkan dalam menstimulasi kegiatan kepenulisan. Akhirnya... tuk berduit tulis artikel sajalah reward nya lebih memadai , mau kaya cepat boleh juga tuh..., tapi tanyamu tiba-tiba, " peralihan idealis ke monotaize ya...?",  Huahaha...ha..ha....
___________
kaimuddin.mbck, Maros -SulSel, dalam Pelajaran Menulis Kehidupan dengan rindu ku-menulismu

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar