*Tong Sampah 1

Sesuatu yang bukan apa-apa ini dan tanpa percaya diri kusebut saja " Tong Sampah habitat-ku juga", sebab menyusun kata-kata menjadi puisi bukan hal yang gampang, (yg ngerepotin sebab merasa telah berpuisi ?haha...). Sebaris pandangan tentang puisi adalah terjemahan dari "menenun dunia dan kehidupan untuk diri sendiri, dan bukan untuk sesuatu yang banyak dan tanpa percaya diri berlebihan", sekali ini mengenal teks-ku, kupastikan bahwa anda / khalayak seakan  “masuk hutan rimba raya”, karena didalamnya teman-teman pembaca dapat saja menjadi pemburu atau mungkin juga awalnya menjadi petualang lalu tersesat, hehe..he..he...

Tong Sampah 1
tong sampah teksku
Sebab tong sampah : maka luka kemarin lebih sering tak ter-terjemahkan, aku.., menulusuri bening matamu, lengkung alismu juga rambutmu yang kau biarkan tergerai, (jika saja tersimpan ledak yang mungkin mencairkan beku "kita").

Sebab tong sampah : maka aku menuliskan apa-adanya dan tanpa melewatkan banyak hal, banyak hal maksudku = rindu yang tak ku- mengerti mengapa ia tumbuh  hingga pada akhirnya kita bukan apapun kecuali puisi atau teks paling sepi, ya...selalu begini-begini saja

Aku berdiri disini pada hari ketika hujan sangat deras, ya.. kau tak perlu iba, kelak kaupun mengenal hujan deras itu sebagai tanda ....., sebagai kasih yang purba.

Blog www.kaimud.multiply.com , ke send to "gerai Buku/Horison", Sebagai tempat tinggal tulisan-tulisan saya tersebut, bagi teman-teman yang berminat mengajaknya keluar dari blog, saya harap memberi tahu saya terlebih dahulu di @kaimuddin mbck@yahoo.com.

Dan ketika anda menemukannya sedang tercecer tanpa risau sama sekali >simpanlah di tempat sampah minimal ia tak kesasar lagi, karena tong sampah bagi puisi-puisiku juga membuatnya bertemu dengan ke-akuan-nya/ habitatnya, ok teman , ma kasih dah mo baca…wassalam

___________
kaimuddin mbck , kassi "dipinggir sungai Marusu" dekat dengan  rumah tong sampahku

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar