Ajaib "kora-kora", manusia terkecil sebesar gelas minum

Kunjungi manusia terkecil sebesar gelas, di desa Bawalangiri /daerah Batu-Batu sebelum Tabbang- nge belok kanan_ kab maros-SulSel, sebuah Mistik sangat populer di Sul-sel, di cari dan di buru "kora-kora..., (anda juga dapat mengunjunginya, sebab pendekatan yang baik) informasi yang dihembuskan dari mulut ke mulut yang kemudian dipercayai sebagai sejarah kora-kora sebabkan kami tiba di kampung bawa langiri, dan cerita mistik tentang "kora-kora" sepertinya tidak akan pernah kehilangan “pesona”-nya, masyarakat terus mencarinya...memburunya, dan keberadaan korakora ini ditemukan di berbagai daerah di sulawesi selatan, pencarian pun menuai cerah, temu kali ini lewat informasi teman bernama Daeng bora /Borahima, (pengaruh dialektika bahasa, Ibrahim di panggil :Bora) penjual ikan keliling yang mengantarai kami dengan kora-kora.

Temu sekali ini Daeng Bora menganjurkan kami membawa air kelapa sebagai sebagai persyaratan /hadiah menjenguk atau untuk melihat kora-kora tersebut, yang berada di daerah bawah langiri di kab Maros, tiba di rumah pemilik kora-kora yang konon kabarnya sebabgai pemilik kedua dari perpindahan kora2 tersebut yang sebelumnya berada di batang ase dengan nama pemilik Ny,H Sahabuddin, terkenal sebagai "tukang gigi", tokoh pemilik pertama kora-kora atau, lingkungan menyatakan bahwa dia telah menemukan jejak manusia kora-kora yang banyak di buru oleh para kolektor benda-benda antik tuah dan unik, Ny,h Sahabuddin ini dilimpahi harta yang sangat banyak dan mendapati ilmu kebal atau dengan istilah "anti rambut" atau "anti kulit" (sebuah istilah umum untuk imun badik, peluru juga parang atau semua benda tajam apapaun).

Kora-korapun tampak di depan mata, sebuah tubuh kecil dan kurus (dipakaikan baju oleh pemiliknya -sekarang) tangan mungil korakora tersebut, menyilang memegang pundak, dengan rambut yang sampai kaki, Menurut sang penemu,atau sumber kedua dari perpindahan kora2 ini yang sebelumnya berada di Batang Ase(Ny H Sahabuddin), makhluk tersebut berproses menjadi kora-kora semacam "homobit" /bahkan lebih kecil dari itu, dalam waktu yang cukup lama di dalam kubur. setelah pendapat sebebelumnya terbantahkan bahwa makhluk tersebut adalah janin manusia yang mati.

Ritual atas Kora-kora
1.Ritual pertama : usai memberi minum kora-kora tersebut dengan menumpahkan air kelapa dari batok kelapa langsung ke mulut yang setengah menganga itu, sungguh mengherangkan sebab tiada setetes pun air tersebut terpercik atau terbuang dengan keadaan kora- apabila di banding dengan besar tubuhnya dengan air banyaknya / isi jumlah air kelapa yang di berikan padanya.saat ditemukan ia di beri minum air kelapa langsung dengan batoknya, demikian seterusnya sekali seminggu sebagai "ritoana" (dalam bahasa makassar yang berarti "dijamu")aroma mistik sangat.....__
lanjut ke
catatan penelitian 2 Kaimuddin mbck.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar