Indonesia Rentan Kebocoran Rahasia Negara

Membandingkan Indonesia dengan Malaysia, “UU di Malaysia tidak ada sensor internet. Pemerintah Malaysia bebaskan masyarakatnya untuk buka semua situs. Di Indonesia justru dikenai sensor internet-(Indonesian Nano-Satellite Platform Initiative for ..."_ ya ketertinggal dalam bidang teknologi satelit, bahkan bila berdasarkan indeks daya saing, kemampuan teknologi indonesia tertinggal dibandingkan negara Asean lainnya. Dalam Pendidikan IPTEK (grafik bersonanc) menybutkan Indonesia hanya berpredikat sebagai follower teknologi, radiofarmasi segment penggunaan pun sudah sangat populer, kecuali negara indonesia. (pula) jangan (*farmasi berteknologi nano saat ini sudah tumbuh pesat dan bahkan untuk ukuran Indonesia masih jauh tertinggal ....
*new liberal akan tetap berjaya di negera ini
Macam-macam ketertinggalan
Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Namun sektor pengembangan kelautan dan perikanan masih sangat tertinggal dibandingkan negara tetangga, padahal potensi sumber daya kelautan Indonesia, sangat besar dan mengalahkan banyak negara-negara lain di dunia. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil (Puslitbang LP3K) : Prof Dr Jamaluddin Jompa MSc 

Rendahnya kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) pada sektor industri diduga sebagai salah satu penyebab mengapa industri di Indonesia tertinggal dengan negara lain. Sebagai contoh, pelaku industri berintensitas teknologi tinggi seperti farmasi, maksimal hanya mampu mengeluarkan dana litbang kurang dari dua persen dari nilai penjualannya (Saputra, etal, 2008)



Indonesia tertinggal sebab rentan kebocoran rahasia negara lemahnya kemampuan Indonesia menguasai teknologi informasi (TI) membuatnya rentan kebocoran rahasia negara. Apalagi, banyak operator seluler dan internet di Indonesia berpusat di Singapura dan Malaysia, dampak dari ketatnya pengaturan tentu saja membuat Indonesia kian konservatif. Indonesia juga tertinggal dari Malaysia dari segi modernisasi. Bambang pun merekomendasikan kepada pemerintah Indonesia untuk tidak malu meniru yang baik dari Malaysia.

"Kita memang sudah ketinggalan dalam hal kemajuan dan penguasaan teknologi untuk berbagai aspek, utamanya di sektor TI. Kekhawatiran ini terus memuncak, apalagi banyak operator seluler dan internet kita memang dikendalikan dari dua negara itu," ujar anggota Komisi I DPR RI, Paskalis Kossay, tadi malam.

Mantan wakil ketua DPRD Papua ini juga mengakui, banyak pihak yang sepertinya belum menyadari urgennya menguasai TI, terutama terkait dengan urusan rahasia negara maupun bisnis bernilai miliaran dolar, "Saya kaget juga dengan info dari sebuah diskusi di Jakarta, bahwa seorang pakar IT yang alumni sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia mengungkapkan bahwa RI benar-benar semakin didikte Singapura dan Malaysia dalam hal telekomunikasi di samping perbankan," ungkapnya.

Demikian pula soal nuklir kita tertinggal bahkan oleh vietnam, Indonesia tertinggal dibandingkan negara tetangga dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir. Penduduk Vietnam dan Malaysia akan menikmati energi nuklir dalam satu dekade mendatang.
Menurut Deputi Bidang Jaringan Iptek Kementerian Riset dan Teknologi Syamsa Ardisasmita mengatakan, Vietnam sudah resmi masuk kelompok negara pendatang baru pengguna pembangkit listrik tenaga nuklir binaan agensi energi nuklir internasional (IAEA). Negeri Paman Ho mulai mengoperasikan pembangkit tenaga nuklir pada 2020 dengan daya mencapai 2 ribu megawatt.

Begitu pula dengan Malaysia. Negara berpenduduk 30 juta jiwa ini mulai merancang dan mengimplementasikan pembangunan pembangkit bertenaga nuklir. Meski belum resmi dikategorikan pendatang baru oleh IAEA, Malaysia siap memproduksi listrik dari nuklir pada tahun 2021.
Sebagaimana berkembang dalam diskusi terbatas itu, khusus dalam soal IT, Indonesia hanya jadi ladang empuk mengais dolar dan ringgit oleh dua negeri jiran tersebut. Ini karena semua operator seluler dan internet berbasis di dua negeri jiran ini.

Akibatnya, tiap "voucher" pulsa apa saja, juga setiap kali satu WNI buka internet (browse), langsung kena "charge" yang terhisap otomatis ke sana. "Artinya, mereka gemuk oleh kebodohan kita. Satu hal lagi, dengan keadaan seperti sekarang, maka informasi apa pun termasuk rahasia negara jadi telanjang di mata negeri 'peanut' Singapura," ujar Benni T.B.N., pakar IT yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.

Benny kemudian mengungkapkan pula, saat ini nyatanya lalu lintas jaring optik dikendalikan oleh "traffic administrator" di Singapura. "Karenanya semua jaringan internet dan seluler harus ditarik atau 'dipaksa' melewati 'persimpulan utama' di kota itu. Makanya, apalagi 'rahasia negara' yang tak mereka tahu? Sialnya lagi, satelit Indosat (dulu Palapa) jadi mayoritas milik Temasek (sebuah BUMN Singapura)," ungkapnya lagi, akibatnya, lanjut dia, selain kita jadi seperti 'telanjang' dalam informasi apa pun, juga RI cuma berfungsi sebagai pelanggan seluler. "Posisi ini jauh di bawah fungsi distributor seluler. Jadi, kita cuma 'outlet', tukang jual produk IT mereka. Dan yang jelas, banyak perusahaan provider kita cuma nama doang perusahaannya itu milik RI dengan mayoritas saham dikuasai mereka," ujarnya.

Tentang nuklir, Malaysia. Negara berpenduduk 30 juta jiwa ini mulai merancang dan mengimplementasikan pembangunan pembangkit bertenaga nuklir. Meski belum resmi dikategorikan pendatang baru oleh IAEA, Malaysia siap memproduksi listrik dari nuklir pada tahun 2021. Seperti apakah kita mengenal negeri ini, dan tetap bangga sebagai anak Indonesia ??
-------------------------
kaimuddin,Mbck, dan sumber lainnya.dalam "Indonesia tertinggal sebab rentan kebocoran rahasia negara"

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar