Puisi "02.22" :wawan mattaliu

oleh Wawan Mattaliu pada 27 Juni 2011 jam 20:28
sepasang sepatu gelap dan malam memunggungiku.
tentu tanpa lagu

aku terbaring dengan pintu yang tak terkunci
gomorra sangat jauh, juga garis pantai
dengan lelaki yang membelaibelai

tapi kepalaku adalah lorong di pasar yang sempit
kantongan plastik bergesekan
dan serapah tukang parkir mendesing
juga dengan semerbak kol yang berpekanpekan

qaimuddin, kutahu kaulah lelaki yang bersetia
pada daunan mangga dan angin yang biasa saja
melihat para pejalan mungkin juga kucing
yang meraup jantungku dari gelas kopi yang tinggal setengah

katakan padanya, musimku sedang tak baik,
aku butuh amoxilin, bukan radio!
juga sedotan kecil untuk kepalaku yang penuh hujan

aku masih terbaring memeluk telepon
sepatu gelap dan malam memainkan qasidah talqin
serak dan memerih. dan pintu tetap tak kukunci

qaimuddin, kutahu kau masih di situ,
mencintai daunan mangga dan sepi di atas meja
mainkanlah untukku lagu senja dengan nada minor
karena sebentar lagi,di lenganmu
akan kurajah sajakku yang tersesat
di selokan senin kemarin

---kuakan berserah pada luka yang sebenarbenarnya---

mannaungi, 27 juni 2011

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar