Pelemahan Bahasa "Pelacur" Menjadi "PSK"

Panggil "PSK"demi kehalusan bahasa, dan bukan sebutan atau panggilan  "lonte" atau "sundal", pula sebutan "koruptor.." untuk  menggantikan  kata "maling" atau "rampok"_sekira saja  pelaku koruptor "dikritingkan jarinya" sebagai tanda khas, maka hal tersebut bikin tepat jera, : hukum tak mungkin mengindahkan, pelaku korup di kritingkan jarinya_ seperti melodrama pelemahan bahasa ini , demikianlah drama yg terjadi di negeri kita, asyik di tonton meski pemeran utamannya adalah "hantu ", tapi manisss

Teriakkan "Lonteeee....
                "Sundal......
                "Maling.........
                "Rampok....



.Sesi pelemahan bahasa 2 ::
berkata "saya bungkam",  bukanlah kata diplomatik  juga dianggap tdk dialektika,  tapi berkatalah "kita bungkam", barulah terdengar dipaksakan tepat, peristiwa itu akan kita selesaikan dengan “tawar-menawar” padahal maksudnya adalah “sogok”, interna bahasa kita selalu meminta untuk selalu bersopan-sopan, padahal  waktu anak muda dulu saya menyampaikan ungkapan cinta dgn berkata “adee…, seperti kurasa mauka di-kau, bgemanami ini dgn perasaanku “, kalimat yg  tulus dgn hasil yang baik,

hari ini kata “makian “ (misalnya ) dianggap tidak sopan, :, interesting bahasa tidak memperkenalkan makian/caci maki sebagai ekspresi lingua yg polos terlebih dianggap tulus, ketika makian wajib dianggap berkonotasi kurang baik, maka kebebasan percakapan, kemerdekaan berbicara mengHILANGkan satu privasi ekspresi lisan yg dimiliki tiap org._dipertemuan seminar ramai dikata“…salam sejahtera untuk kita semua…”, bingung dgn mutu dari kalimat tersebut, knapa tak katakan “ aku akan merangkul anda semua untuk sejahtera bersama”_ sebagaimana hal tersebut merupakan himbauan pribadi dari audiens pada reseptor_ seperti pandangan Aristoteles tentang politik yang artinya “mahkluk /binatang politik” < kita takut mengatakan demikian padahal, padahal maksudnya : dgn politik yang baik, disitulah terjadi pembeda manusia dgn kebinatangan. Penggunaan klimat hari ini selau dilisankan dgn banyak perhitungan jadilah semacam kalimat basa-basi saja, dunia pers juga demikian…., dianggap berhasil ketika tak memaki pelaku..padahal , ia lebih layak di bom (misalnya)…..kita terlalu SOPAN berbahasa, padahal laku (pelisanan) demikian merupakan tindakan berpura-pura, kamus menyebutnya "hipokrit"

Cyberspace telah meletuskan skandal miss universe dari japan dan Trinidad dua kontestan Miss Universe yang terlibat seni fotografer mesum.terdapat pula Satu website mengklaim memiliki empat video, bersama dengan foto, dari dua gadis dan Wyatt

Dan PSK, Koruptor ke-penghalusan bahasa adalah catatan Indonesia yang mengenalkan kelembutan bahasa di ramu dengan kekasaran zaman, lewat bahasa yang dengan terpaksa kita memilihnya meski pada akhirnya semua akan terlambat untuk dimengerti, (hari bahasa sedunia tanggal 12 februari 2013, lusa ku-ngajak shering atas perihal ini ).

Begitu lebay...sistim kita mungkin hukum kita memproduksi bahasa.. “Mengapropriasi istilah-istilah demikian ‘kualat’ dan bajingan, tentu tidak bisa dilarang, tetapi ia harus diletakan pada sebuah konteks yang tepat, agar tidak malah menciptakan pengaburan peristiwa, bahkan bisa jadi fitnah, jika kau tanya mengapa ?, maka jawabnya”, itu bukan pelemahan, "tapi musim ini cuaca semakin beku sayang, PSK-ku tampak menggigil sayang", teks yang asyik

Pelemahan bahasa (tidak menohok) atas PSK Koruptor dan dusta adalah istilah yang memanjakan, demikian  abu-abu, memenuhi kata "indonesia kita hari ini", tak terkecuali aspek megalomania bahasa.
bangunlah lonteku... desing peluru dan luka yang kian me-nganga, kuharap membawamu bersandar di pundakku, kita akan terus berlari dan menafsirkan kebebasan untuk teriak melanglang langit, "sebebas-bebasnya..." hanya ini yang kita punya. jangan tergesagesa waktu belum benarbenar penuh menegaskan kita sebagai 2 orang bajingan di zaman antahberantah ini. sebagaimana "aku mencintaimu tanpa kelamin_
____________

Teriaklah atau memekik-lah ,"pencuri....maling...rampok ...!, dan bukan dengan teriakan "koruptor...!!", juga gemakanlah dengan lengkingan , "pelacur...., sundal atau lonte ......!, dan bukan dengan  teriakan, "PSK...!!".

teriakkan lagi " perampok uang rakyat" sungguh memekak telinga birokrasi, bahkan seluruh keluarganya termasuk anak istrinya mengerang, jika demikian plural istilah ini maka : harga diri juga jazad seolah seluruhnya adalah KEMALUAN.

Bukan PSK atas wanita-wanita yang merendahkan diri dengan menjajakan diri seolah kacang goreng saja,  dulu mereka disebut lonte atau pelacur. sebutan ini meskipun untuk orang yang melakukannya sudah merupakan hukuman yang berat bagi dirinya. PSK ?, dapat mereka terima atas nama keterpaksa-an karena keadaan : "oh psk-ka-ku...", hemm...bahasa demikian memanjakan ya...?


Zaman telah berubah: maling...pencuri disebut koruptor, kata-kata cemooh bukan saja tidak bikin malu lagi, orang yang melakukannya ataupun keluarganya, malahan mereka pamer hasil "bawah meja" pelemahan bahasa memanjakan dengan trend, Ya...karena kata koruptor dalam bahasa sudah tidak merupakan hukuman lagi seperti jika diteriak maling atau pencuri. Fenomena keluarga terinfeksi koruptor tidak lagi malu. Berselang maraknya hal ini 4 besar negara terkorup, dengan pelayanan publik terburuk, mahasiswa demo. benar atau salahkah demo mereka, atau perlu style demo baru?, Mahasiswaku...kukira (pula) kelahiran istilah bahasa tak memihakmu
"lonte" berubah menjadi "PSK", atau tempelan bahasa lain yang marak menjadi istilah semacam tukang pijat atau teman kencan sementara, atau nama2 keren yang menyelubungi pekerjaan sebenarnya sebagai pelacur, sungguh membanggakan dengan istilah pelemahan keadaan peristiwa oleh bahasa. Dengan perubahan kata ini maka pekerjaan yang semula dianggap hina seperti pencuri menjadi koruptor menjadikan hal2 biasa. bahasa ini bisa diterima masyarakat seolah2 hal yang biasa saja, tidak melanggar norma susila.


*Perempuan itu menyulam waktu dan rindu di 
ketinggian langit biru, 
betapa jauh menerjemahkan diarinya,
 bahasaku patah

Sebaris kesedihan yang menyiratkan luka 
baginya,"malam memanglah persekutuan sunyi dan rasa sakit".
Rasa takut seperti bahasa maut di urat leher, 

Dialah perempuan jalang yang mengadu pada jerit. perempuan yang menulis suara malam dan isi hatinya.

Sekali saja perempuan jalang itu tersenyum, ketika : menerjemahkan  wajahnya yang mirip "Indonesia"(Di ke-esokan harinya ia .......... "entah dimana ?"
__________________
ya....Tulis-tulis saja 

{ 6 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Mensha mengatakan...

Dusta dan Koruptor adalah hal yang tak dapat kuterima namun PSK sih ,,,, Boleehh ajjaaaaa..

umhar mengatakan...

perempuanku yang dihiananti oleh sang pejantan...

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

tidak tepat ya..kalo bilang "PSK Kita" ?, hihi..hi..

ariefdoank mengatakan...

bagaikan seekor bebek yang berkotek ditengah hari bolong..
begitupun para betina yang menjerit akibat ulah sang petarung..
ibarat musang berdusta di tengah musuhnya..
begitupun akhlah, moral etika, bikin karakter seseorang berbeda..
anjing menggonggong tanda ada sesuatu..
kuda menjerit karna naluri..
seorang biadab tak pernah akan mengaku..
hingga saatnya azab, takutlah ia kembali..

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

terima kasih atas apresiasi teman-teman

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar