Kumpulan Puisi Cinta

Kumpulan puisi cinta meresapkan syair rindu yang tak kita mengerti mengapa ia tumbuh, seolah tak  kehabisan kata, terus saja puisi cinta ini berlayar sepenuh sunyi kesungai hatimu, meski pada akhirnya ia bukan apapun kecuali diri sendiri yakni puisi paling cinta paling sepi.

Seseorang dengan hanya pena di tangan dan selembar kertas, ia menyulam  warna-warni hidup yang terpisah-pisah itu. dan dengan hujanpun rindu-nya di gelayutkan bersama angin, sungguh ingin hinggap dan menebar sebagai benih pada desau kehidupan, tapi adakah ia (puisi) mampu menjangkau esensi kehidupan-mu. 

Maka tangislah jika kumpulan puisi cinta ini dengan kaupun kian jauh..?". 

Masih tentang puisi cinta yang mengeos seperti angin, dan terhadap telusur alam ia puisi coba bicara lalu menumpahkan seluruh kata kalimat lengkap dengan tanda baca sekedar mengusir sepimu...: (dan kau ) tanpa perlu tanggap lalu gerah hingga membuka tabir penutup wajah-mu, tak perlu....  

Hal sederhana dari harap kumpulan puisi cinta ini adalah TAK DIHARAPnya rumahmu akan menjadi sebuah sangkar, melainkan tiang utama sebuah kapal layar atas kehidupan menuju cinta-mu". berlebihan ya...?.

Getar Kumpulan puisi cinta adalah bianglala rindu yang kita lupakan, bahkan disangka bukan tragedi dan membiarkan mengalir sebagai jelata yang entah sampai padamu atau tidak, padahal tanpa embun maka ketukan seterusnya adalah warna cuaca gelap malam dan pagi yang hambar seperti biasa, kumpulan yang selalu dikisahkan dengan cinta dan akhirnya dituliskan oleh embun sebagai tenggang waktu pada ingatan mereka yang mungkin rindu oase yang di dalamnya ia mengenang segala catatan cintanya, catatan dirinya sendiri, sebab dalam Kumpulan Puisi Embun Cinta ". selalu ..pagi menawarkan lembab pada kelopak bunga dan hujan tak reda menghambarkan-nya.

Kumpulan puisi cinta di remang jenak-jenak tubuhnya sekali waktu berkata, "sayang.., dalam diam ini kita melewatkan satu hal yang tak lain adalah gemerincing rindu dalam dialektika musim ini, ya hujan yang sangat bising, peristiwa yang mungkin kau lupakan tapi tidak bagiku, tidak bagi memoar ini. 

Maka, setiap tanda yang tercermin dari kata dan gerak adalah masalalu yang malu-malu-in untuk mengatakannya utuh bahwa, "dengan telak aku jatuh cinta kepadamu" padahal ia tak lagi butuh kata : sesuatu itu seperti meresap dalam memoar jiwa,yang terjadi adalah Ketukan jemari waktu terus membiru,  pada hamparan lipatan kumpulan puisi tua lemari itu,ya..sangat gelisah, terlupa dan berdebu.

Puisi cinta: sepi siapa ?
Sepi siapa melesatkan panah, sebuah jantung tertembus,
tetestetes darah menahan laju detak jam,
Uh…3,4,5 nganga sepi, nganga pada jalan setapak,
nganga pada bangku taman, nganga pada sudut bumi
uh, kau harus pulang sayang …, dengan kejut yang kau bawa serta,
tentu pada kejut anak panah yang kesekian kali…, Sepi siapa atau : "kita"?.


dari kumpulan puisi cinta: melukis-mu
dan apapun itu sayang...sungguh kau telah sempurna ku-hadirkan sebagai syair atau puisi, atau..
 tak cukup dengan itu semua ?, ah kau..


dari kumpulan puisi cinta : imajinasi
bahasa bukanlah pengertian, sebelum kau mengenal hutan liar yang bermain dikepalamu dalam setiap kata, lihatlah di setiap lekuk, bait dan iramanya, ia adalah cinta yang kita telan atau kawah yang kita muntahkan, karena rindunya adalah lejit panah yang hampir menancap: kepadamu atau kepadaku....


  Masih sebab cinta dalam kumpulan puisi terbaru yang di petakan sejak 2012. Mereka bilang ini
 "sederhana tapi nyenangin, temenin lo nge-teh juga kesasar dengan indah".

Puisi cinta: setAtap sAja
sebaris bola api di tatapmu....dan
warna kusam pun pergi jauh di sepanjang waktu-ku.
setatap saja dan.... puisi telah tercipta tanpa jeda, pun
kecemasan luruh dalam hembusan debu, rindu ditatapmu dan bisikbisik sepenuh
punggung gunung, manja, sedang angin diluar jendela, tak henti mengetuk

Sejenak saja di tatapmu: seakan berada dalam keluasan
: Uiihh..... se-buah dunia yang lebih ajaib dari surga.

Puisi cinta Pendek: Demi Pagi
Siapa, memaksa sepi mencumbui malam
katanya,"ini demi pagi yang penuh rahasia"
Ssstt....,  tapi, sepi siapa dengan tubuh begini luka ?
ada yang menjawab, "malam tak mau diganggu”.

Kumpulan puisi cinta_pendek
dari kumpulan Puisi : Usah seNyum
Jangan tersenyum, sebab itu pasti desak, setelah senyummu aku kemudi gila yang bertaruh dengan ombak, aku lava cinta dari leleh rekah bibirmu yang menuruni jurang, melihat ke dalam senyummu ,
Kuselami diri sendiri : uh sebuah kedalaman luas yang tidak terbatas, akhirnya senyummu adalah rangkuman sajak yang hanya mengantarkan dua hal "berani atau takut" uh di ceruk bibir, senyum itu benarbenar bajingan, kudisini selalu…


puisi cinta: sekedip saja
Bulan bertengger di bulu matamu, aiiihhh...
jangan berkedip....!,Ketika itu tatapanmu sihir –
(uuiihh...sejauh matamu memandang, tumbuh lumut-lumut hijau)Stop ......!!,
Senyumku tenggelam abadi, sebelum .......... kau kedipkan mata

Puisi cinta itu Tak Sederhana
Refleksi itu meminang keindahan di jarak-mu yang jauh, ah….
aku menyukaimu apa adanya. Lihatlah, sepiku adalah huruf-huruf tergerai yang segera menjelma bentuk, melihatnya aku tertawa lucu, Ih... ia, merampungkan puisi untukmu, jangan membacanya !, ia tak sederhana dan ku-sangsi pada ingin-mu menyederhanakan-nya __


Puisi : seberapa luka seberapa dalam
seberapa luka mengenali bahwa itu "luka"
seberapa dalam imajinasi... tersesat di kegilaan ,
Lalu ,seberapa kata juga suara ?
luka yang amat kau kukenali, demikian hening dan batu
: sendiri...._

Puisi cinta : Malam takjub
Tanpa pamrih, malam selalu saja menebarkan pekatnya hingga dini hari, ia tak meneriaki bulan purnama jika menghalau hitamnya JUGA tak merasa terganggu jika kau mencerca pekatnya, malam tak pernah cemburu kepada terangnya siang. Malah dengan percaya diri, ia (malam) sering bujuk tekuri hikmah daun yang jatuh digelapnya, tak ada yang peduli
tapi (hening sekali malam itu): ketika sang pemilik memperjalankan walinya dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Munthoha. Setelah peristiwa itu, malam lebih banyak diam
__________
Catatan Original by : http://www.sangbaco.com-  Akhirnya > yang tertinggal adalah sepi yang menjelma angin membelai rambutmu dan kau seperti tersirap dalam keheningan seolah kau mengenal ini sebelumnya_ demikianlah aku menulis segalanya tanpa tendensi baik-buruk, dan aku hanya tahu bahwa catatan ini adalah : KAU dalam Kumpulan Puisi Cinta

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar